OJK Gelar Fintech Days

Share:


Medan, 22 Maret 2018 – Hari ini OJK Fintech Days resmi dibuka. Dalam kesempatan ini, Ibu Anggar B. Nuraini, Deputi Komisioner Pengawas IKNB 1 menyampaikan dalam keynote speech-nya bahwa sebagai regulator, OJK memberikan dukungan terhadap Pelaku Usaha Fintech Lending, salah satunya dengan menerbitkan regulasi Fintech lending.

Kehadiran Fintech lending diharapkan dapat memberikan pinjaman yang cepat dan mudah sehingga dapat memajukan ekosistem inklusi keuangan di Indonesia. Fintech lending bukan sebagai kompetitor industri perbankan di Indonesia, tetapi untuk meningkatkan perkembangan ekonomi dan inklusi keuangan di Indonesia. Ibu Anggar optimis bahwa Roadshow Fintech Days di Medan dapat mengembangkan ekosistem fintech di Indonesia yang semakin pesat.

Peresmian Fintech Days yang akan berlangsung selama dua hari ini pun dilakukan dengan membunyikan sirine oleh Ibu Anggar B. Nuraini (Deputi Komisioner IKNB 1), Bpk. Hendrikus Pasagi ( Direktur DP3F), Bpk. Sumbagut Lukdir Gultom (Kepala Kantor Regional OJK Medan), Bpk. Mahendra Siregar (Dewan Penasihat Asosiasi Fintech Indonesia), dan Bpk. Alexander Rusli (Komisaris Independen Mandiri Capital).

Dalam kesempatan ini, Bpk. Hendrikus Passagi juga memberikan pemaparan pengenalan terkait Fintech lending. Beberapa poin penting juga dibicarakan dalam sesi Diskusi Ekonomi Digital dan Revolusi Industri 4.0 di Indonesia. Bpk. Mahendra Siregar menjelaskan bahwa Indonesia memiliki keberanian untuk mendorong pertumbuhan ekosistem fintech.

Untuk dapat mengedepankan pengembangan teknologi finansial di Indonesia, perlu adanya mindset kerjasama antar pelaku usaha fintech dengan regulator. Menurut beliau, beberapa hal yang dapat dikembangkan untuk memperluas fintech di wilayah-wilayah Indonesia adalah human capital dan ekosistem (perlu adanya cakupan informasi terkait kerjasama antar lembaga konvensional dan para pelaku usaha fintech supaya lebih terbuka dan transparan).

Selain itu, tantangannya adalah belum adanya penyelesaian teknologi secara umum sehingga dapat menyentuh ke masyarakat luas. Sementara itu, Bpk. Alexander Rusli menjelaskan bahwa terdapat 3 hal yang mendorong Evolusi Fintech, yaitu proses teknologi yang advance (process empower), technology of interface (terkait digital identity dan face-to-face recognition), dan consumer behaviour (dimana masyarakat mudah mengakses dengan hanya menggunakan smartphone).

Menurut beliau, beberapa hal yang bisa dikembangkan untuk memperluas fintech di wilayah-wilayah Indonesia adalah awareness (kesadaran akan pengembangan teknologi terutama finansial), opportunity (peluang terhadap pemanfaatan fintech), dan incentive (perlu adanya pendanaan lokal di setiap wilayah untuk masyarakat berkebutuhan).